Selain
menjadi guru, museum dapat menjadi sarana tempat bermain anak. Memang sudah
seharusnya anak Indonesia ditanamkan pengetahuan budaya dan sejarah tanah air
sejak dini, demi menumbuhkan rasa nasionalisme sehingga dapat memperkukuh
identitas bangsa.
Menurut
Edukator Museum Asep Firman (36), semua orang ingin mengetahui sejarah, baik
sejarah kebudayaan, sejarah perjuangan, atau hasil-hasil kreasi yang ada dari
masa lalu. Banyak kegiatan yang telah dilakukan pihak pengelola Museum Nasional
dalam melestarikan serta memperkenalkan budaya dan sejarah Indonesia, khususnya
kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan yaitu belajar sambil
bermain.
Seperti
yang biasa dilakukan setiap tahun, tepat di hari jadi museum yakni 24 April,
Museum Nasional mengadakan fun walk
dari museum hingga bundaran HI dengan partisipan hingga 2000 orang. Selain fun walk, beberapa perlombaan dan
pegelaran kesenian seperti Wayang Semalam Suntuk diadakan agar nilai edukatif dan
hiburan juga didapatkan oleh partisipan.
Pihak
pengelola museum rutin melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan
menghibur demi memikat daya tarik pengunjung. Misalnya seperti tarian flash mob Bali yang diikuti oleh 1000
anak pada 24 April lalu, berhasil meningkatkan jumlah pengunjung dari
tahun-tahun sebelumnya.
Bagi
kalian yang tidak dapat mengunjungi museum secara langsung, Museum Nasional
rutin mengadakan museum keliling tiap tahunnya dengan cara membuat pameran mini
dan miniatur museum. Selain itu, juga diadakan perlombaan seperti mendongeng
dan mewarnai melalui media kendi maupun batik agar nilai belajar sambil bermain
dapat dirasakan oleh pengunjung.
Menurut
Asep, jumlah pengunjung Museum Nasional selalu meningkat tiap tahunnya. Jumlah
pengunjung diperkirakan akan meningkat 20 hingga 30 persen jika dilihat dari
jumlah total akhir pengunjung (Januari – September) tahun ini. Asep optimis
target jumlah pengunjung tahun ini akan mencapai target.
Meningkatnya
jumlah pengunjung merupakan efek dari kegiatan-kegiatan sosialisasi museum
kepada masyarakat, menurutnya. Karena dengan diadakannya kegiatan-kegiatan
tersebut, dapat memancing rasa ingin tahu masyarakat untuk berkunjung langsung ke
museum.
Ternyata,
selain mendapat ilmu pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia, museum
juga dapat menjadi inspirasi bagi para pengunjung. Contohnya seperti Dwiki
Santosa (46), anggota Komunitas Pencinta Museum Indonesia, yang sangat antusias
dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia.
“Museum
merupakan tempat mencari inspirasi untuk mengekspresikan pikiran saya menjadi
sebuah karya yang nyata. Dari museum lah saya menjahit catatan-catatan sejarah sehingga
menghasilkan sebuah karya fiksi yang mungkin saja bisa dijadikan film atau
drama,” katanya saat diwawancarai di Taman Arkeologi Museum Nasional, Kamis
(20/10).
Jika
kalian tertarik untuk mengunjungi Museum Nasional, silakan datang ke Jalan
Merdeka Barat, Jakarta Pusat, posisinya tepat di seberang Monumen Nasional
(MONAS). Tiket untuk masuk ke museum cukup murah, anak-anak akan dikenakan
biaya sebesar Rp2000 dan dewasa sebesar Rp5000. Ayo kapan lagi belajar sambil
bermain di museum! ( Ulfa Atikasari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar