Senin, 31 Oktober 2016

Belajar Sambil Bermain di Museum Nasional

Selain menjadi guru, museum dapat menjadi sarana tempat bermain anak. Memang sudah seharusnya anak Indonesia ditanamkan pengetahuan budaya dan sejarah tanah air sejak dini, demi menumbuhkan rasa nasionalisme sehingga dapat memperkukuh identitas bangsa.
Menurut Edukator Museum Asep Firman (36), semua orang ingin mengetahui sejarah, baik sejarah kebudayaan, sejarah perjuangan, atau hasil-hasil kreasi yang ada dari masa lalu. Banyak kegiatan yang telah dilakukan pihak pengelola Museum Nasional dalam melestarikan serta memperkenalkan budaya dan sejarah Indonesia, khususnya kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan yaitu belajar sambil bermain.
Seperti yang biasa dilakukan setiap tahun, tepat di hari jadi museum yakni 24 April, Museum Nasional mengadakan fun walk dari museum hingga bundaran HI dengan partisipan hingga 2000 orang. Selain fun walk, beberapa perlombaan dan pegelaran kesenian seperti Wayang Semalam Suntuk diadakan agar nilai edukatif dan hiburan juga didapatkan oleh partisipan.
Pihak pengelola museum rutin melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan menghibur demi memikat daya tarik pengunjung. Misalnya seperti tarian flash mob Bali yang diikuti oleh 1000 anak pada 24 April lalu, berhasil meningkatkan jumlah pengunjung dari tahun-tahun sebelumnya.
Bagi kalian yang tidak dapat mengunjungi museum secara langsung, Museum Nasional rutin mengadakan museum keliling tiap tahunnya dengan cara membuat pameran mini dan miniatur museum. Selain itu, juga diadakan perlombaan seperti mendongeng dan mewarnai melalui media kendi maupun batik agar nilai belajar sambil bermain dapat dirasakan oleh pengunjung.
Menurut Asep, jumlah pengunjung Museum Nasional selalu meningkat tiap tahunnya. Jumlah pengunjung diperkirakan akan meningkat 20 hingga 30 persen jika dilihat dari jumlah total akhir pengunjung (Januari – September) tahun ini. Asep optimis target jumlah pengunjung tahun ini akan mencapai target.
Meningkatnya jumlah pengunjung merupakan efek dari kegiatan-kegiatan sosialisasi museum kepada masyarakat, menurutnya. Karena dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut, dapat memancing rasa ingin tahu masyarakat untuk berkunjung langsung ke museum.
Ternyata, selain mendapat ilmu pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia, museum juga dapat menjadi inspirasi bagi para pengunjung. Contohnya seperti Dwiki Santosa (46), anggota Komunitas Pencinta Museum Indonesia, yang sangat antusias dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia.
“Museum merupakan tempat mencari inspirasi untuk mengekspresikan pikiran saya menjadi sebuah karya yang nyata. Dari museum lah saya menjahit catatan-catatan sejarah sehingga menghasilkan sebuah karya fiksi yang mungkin saja bisa dijadikan film atau drama,” katanya saat diwawancarai di Taman Arkeologi Museum Nasional, Kamis (20/10).
Jika kalian tertarik untuk mengunjungi Museum Nasional, silakan datang ke Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, posisinya tepat di seberang Monumen Nasional (MONAS). Tiket untuk masuk ke museum cukup murah, anak-anak akan dikenakan biaya sebesar Rp2000 dan dewasa sebesar Rp5000. Ayo kapan lagi belajar sambil bermain di museum! ( Ulfa Atikasari)